Seputih Salju Selembut Sutra Cintaku
Mencoba bangkit bersama fajar, tapi aku slalu jatuh tersungkur. Berjalan tertatih, ku mulai bangkit.. Inikah pujaan sejuta mahluk Illahi, cinta. Tetesan air langit mewakili rintih sedihku malam ini. Tak mungkin ku bangkit setelah, semua kata cacian itu. Kata yang mengikis bukit cinta. Kau nikmati malammu dengan selimut cintanya. Tak pedulikah Sang Pencipta tembang semesta raya. Ku mulai menata kepingan runtuhan hatiku. Ku rangkai menjadi satu kalimat, kalimat suci. Apakah kamu, kamu, dan kamu ingin tahu ?? Inilah kalimat itu.. Cinta tak butuh alasan untuk ada, cinta hanya butuh pengakuan..