Meet With Pure Love



Suasana Kampus Gima sore ini begitu sepi, jelas karena besok merupakan hari penentuan hasil ujian semester. Meski hasil ujian sudah didepan mata, masih saja ada mahasiswa yang belum mengumpulkan hasil ujiannya.
          Perkenalkan namaku, Unuy, Seorang mahasiswi jurusan KEBIDANAN, semester 5 asal Kota Turban. Karena uang bulanan yang belum masuk rekeningku, aku tak bisa nge-print hasil ujianku.
 Unuy merupakan mahasiswi yang cerdas, dan cantik. Rambutnya panjang lurus, badannya tegap dan berisi, banyak teman-temannya yang sering memanggilnya Dewi, karena sifatnya yang tegas dan tanggung jawab dan rela berkorban demi teman-temannya.
Aku harus gimana ini, besok nilai keluar nihh?!”. Gumamnya dalam hati. Terpikir sepintas dalam otak Unuy. “Bagaimana, kalau aku jual novel koleksiku.. Ide bagus ”. Unuy kemudian message beberapa temannya. Erza, seorang mahasiswa jurusan Informatika yang sangat mengagumi Unuy, meski lewat Facebook.
Unuy message sahabatnya, Dion dan Mega. Unuy menawarkan novel-novel kesayangannya, dengan alasan untuk membeli flashdisk baru. “ion, Meg ni novel top, best seller lo… aku jual soalnya, duitnya mau aku belikan flashdisk ”. Rayu Unuy. Tanpa di sadari Unuy. Dion, dan Mega yang telah mengenal Erza, berencana mempertemukan Unuy dan Erza.
“aku mau beli deh, tapi ada syaratnya...”. Pinta Mega. “ok..apa syaratnya ? ”. Jawab Unuy sambil berfikir heran “kug pakai syarat, tapi nggak apa-apa yang penting besok hasil ujianku bisa aku print”. “kamu harus ngantar aku ke kampus Tehnik.. gimana ?? aku bonceng deh”.Tanya Mega. “ok deh Meg”. Tak berpikir lama, langsung Unuy mengiyakan tawaran Mega.
Erza yang sore itu sedang tiduran di kamar kosnya, mendapat message dari Dion. “Bro ayo ketemuan, pakaian rapi jangan lupa mandi dan pakai parfum..”. “Untuk apa bro??... aku ngantuk, tepar gue”. Jawab Erza yang posisi PW di kamar kosnya. “Ada Unuy Wanita Pujaanmu broooo!!!.. Cepet ayo go to kampus, 5 menit lagi aku sampai!!. Jawab Dion, sambil tegaskan maksudnya. “Ciaciacia, ngemeng bro 5 detik lagi aku sampai”. Karena perasaannya yang senang dan terburu-buru Erza pun salah ketik dan langsung meluncur ke kampus Tehnik dan tanpa di sadari Erza lupa, bahwa ban depan sepeda motornya bocor. Erza benar-benar sial sore ini, lagi happy ehh, ban depan bocor. “gimana nih, aku harus lari waktunya mefet nihh”. Gerutu Erza.
Jarak kos Erza kekampus 10 menit kalau naik sepeda motor, celakanya waktu yang tersisa tinggal 3 menit. Lari sekuat tenaga adalah pilihan Erza. Sementara itu Unuy yang sedang dibonceng Mega menuju kampus Tehnik tak menyadari, bahwa akan dipertemukan dengan fans yang sangat memujanya.
Erza lari sekuat tenaga, badannya yang tambun serasa tak mampu lagi berlari. “Dion, kurang kerjaan ya ganggu aku..bilang aja kalau bikin kejutan yaa nggak gini juga kali yaa, kalau sampai dia bohong pasti aku pites, masih jauh pula ini kampus Ya Tuhan tolong hamba”. Gerutu Erza yang semakin ngos-ngosan berlari.
Unuy, Dion, dan Mega telah sampai duluan di kampus Tehnik. Unuy yang penasaran kemudian bertanya pada Mega. “ Meg, ayo mau nemuin sapa to dan sore nih ??”. Tanya Unuy sambil kebingungan. Mega hanya diam dan tersenyum saja. Kemudian Dion sembunyi – sembunyi telpon Erza. “Mas Brooo kug lama to, lagi dimana kamu broo??, ni aku dah nyampek kampusmu...”. Tanya Dion. “OTW broo sa,,sabar bro huh,,huh,,huh sebentar lagi sampai”. “Ok,, jangan lama-lama yaa”.
Setelah Unuy, Mega, dan Dion menunggu15 menit datanglah Erza, dengan tubuh berkeringat dan baju yang basah kuyub terkena air keringat, serta nafas yang ngos-ngosan demi transisi cinta maya ke cinta sejatinya Erza rela berlari sejauh 25 menit kos ke kampus hanya untuk bertemu Unuy.
Unuy seketika itu menyadari bahwa tujuan Dion dan Mega adalah mempertemukannya dengan Erza. Tanpa basa-basi Erza langsung menyapa, dan Menjabat tangan Unuy. “Kamu Unuy anak KEBIDANAN kan ?”. Tanya Erza. “iya aku Unuy, kamu Erza Anak Informatika Kan ?”. “Iyaa.. iyaa aku Erza, Anak Informatika Asal Turban, tapi aku besar dan tumbuh di Sidomarjo, maaf nunggu lama yaa ??”. Tanya Erza
Dengan lugunya Erza lelaki tambun yang mencintai Unuy sejak 2 tahun lalu lewat dunia facebook, sangat bahagia melihat wanita yang sangat dia cintai ada di hadapannya. “Meet With Pure Love, inilah hidupku”. Dalam hati Erza berkata.

Komentar

  1. Lucu :D jadi bayangin kamu lari ngos-ngosan Za :D
    *oke gini, masih banyak typo. Tapi ga masalah aku dulu juga begitu. Banyak-banyak membaca dan perhatikan tanda baca di novel ya. ^^

    BalasHapus
  2. Baru pertama nulis serius gini :) harusnya aku tambahin waktu itu aku pakai celana pendek dan kaos oblong tulisannya, I lost in kuto. :D ... Iya Wul, tolong kritik dan sarannya untuk pencerahan. hehehe Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batu Mulia Asli

Awal Punya DSLR Nikon D3000

Jika Takdir Berkata